mari kembali

lama saya tidak menulis..
apa kabarnya ya jari-jari saya?
hm, jangan-jangan sibuk menari mencari uang..
sehingga tidak punya ruang
untuk menari bebas di atas huruf-huruf yang bebas itu..

agustus empat belas,
saya mencoba memanggil jari-jari saya kembali
untuk menari seorang diri
mengikuti hentakan hati
dan lenggak-lenggok kata dalam pikiran

jari-jari yang menari
jiwa yang menari
dalam harmoni;
hati.



dancing

Dancing
by Elisa

Time is gonna take my mind
And carry it far away where I can fly
The depth of life will dim
My temptation to live for you

If I were to be alone
Silence would rock my tears
'Cause it's all about love and I know better
How life is a waving feather

So I put my arms around you, around you
And I know that I'll be leaving soon
My eyes are on you, they're on you
And you see that I can't stop shaking

No, I won't step back
But I'll look down to hide from your eyes
'Cause what I feel is so sweet
And I'm scared that even my own breath

Could burst as if it were a bubble
And I'd better dream if I have to struggle

I'm dancing in the room
As if I was in the woods with you
No need for anything but music
Music's the reason why I know time still exists
Time still exists, time still exists, time still exists

My arms around you, they’re around you
And I hope that I will do no wrong
My eyes are on you, they're on you
They’re on you, my eyes

biru

berpendar dari timur ke barat
dari utara ke selatan
dari tenggara ke barat laut
dari timur laut ke barat daya
di atas biru
rumah-rumah halilintar bercat putih digantung meliuk-liuk
ah, hari ini dewa tak suka biru
ia memilih abu-abu

re-post: /nov.22.2010.owl/


_____
gambar: disini

Irresistible

Lagu ini menjadi "soundtrack" saya sehari-hari. Ini salah satu lagu soundtrack film Step Up 3D. Lagu ini berbahasa Spanyol dan saya suka sama musiknya. Selain itu, lagu ini akan coba saya kuasai sebagai bagian dalam belajar bahasa Spanyol yang tengah saya pelajari. Semangat! :)
_______

Irresistible

Wisin y Yandel

Yandel…
La leyenda viviente
W Los Líderesss
Hoyyy
Me encantaría verte sudar
Los dos envueltos hay que llegar
En la disco nunca parar
Sentirte es lo que anhelo

(*)resistirme imposible será;
De la manera como lo hace ninguna lo hará;
Recostandose en la pared
Sigue provocandome
Bien suelta envueltaa
(Te cuento)
Doble
Ella es extrema controla el sistema
Suprema envuelveme en tu esquema
Entre la disco ella es un problema
La cartera combina con la diadema
Bien tu quieres y yo tambien
Besandote te quito el sosten
Tientame besame tu sabes quien controla los de cien
(*) 2x

(Oye esto)
Bebemos cenamos
Como no hay ningún reclamo
Despues yo le regalo un ramo
Me le pego la beso le digo te amo
De mi casa a su casa pequeño es el tramo
Find More lyrics at www.sweetslyrics.com
Y mi cuerpo te llama
A mi me encanta la trama
Que yo ser el mago y tu siempre la dama
Ya quisiera tenerte en la cama
Tu pasión y tu amor
Encima de mi se derrama
Oooooh
Ooooooh
Oooooooh
Levantala mano y grita fuerte
Oooooh
Ooooooh
Oooooooh
Valio la pena esperate
___
gambar: disini

Belajar Bahasa

Ini salah satu resolusi saya tahun ini: mempelajari bahasa lain selain Inggris dan Indonesia. Awalnya saya ingin kembali mendalami bahasa Jepang. Tapi kemudian memilih Bahasa Korea karena target tahun ini ke sana untuk belajar. Tapi urung. Ketertarikan saya untuk belajar bahasa Korea berkurang. Walaupun biaya untuk belajar bahasa tersebut relatif terjangkau amplop gaji saya. :)

Akhirnya, saya mencoba memilah-milah bahasa lain. Melirik bahasa Belanda, Jerman, Spanyol, Perancis, Latin. Belanda, emm..tidak. Jerman, sedikit ingin. Spanyol, sepertinya ini. Perancis, rasanya belum mampu. Latin, ini nanti saja toh saya punya buku peribahasa Latin, jadi bisa sambil jalan.

Setelah menimbang dan menelusur informasi, saya memutuskan untuk belajar bahasa Spanyol. Sebab, menurut beberapa komentar individu-individu yang sedang belajar bahasa ini menyatakan bahwa bahasa Spanyol relatif sama dalam pengucapannya dengan bahasa Spanyol. Jadi tidak perlu bersilat lidah atau bermain dengung hidung. Menarik bagi saya.

Oh ya, saya berniat belajar sendiri, tidak berguru. Sebab biayanya cukup mahal, yakni 950 ribu untuk 50 jam (setiap pertemuan 5 jam). Saya berani saja mengeluarkan uang sebanyak itu setiap bulan dari pendapatan saya asalkan ada dua kegiatan yang diikuti, misalnya belajar bahasa dan menari. (Karena saya ingin kembali ke dunia tari, inginnya tari modern dan sekarang masih mencari tempat belajarnya di Jakarta). Tapi jika uang segitu untuk satu keterampilan yang dikuasai masih agak berat. Jadi mending saya belajar sendiri dulu.

Tapi...tetap masih galau juga sih. Sebab kelas baru untuk belajar Spanyol itu akan dimulai tanggal 10 Maret nanti. Formulir sudah diunduh. Pepatah bilang, jika ingin mencapai satu hal jangan itungan. Hem, ikut tidak ya. Ikut tidak ya. Ikut tidak ya.

aneh?

Siang ini, seperti biasa salah satu rekan kerja mendatangi ruangan saya. Hanya untuk melepas kepenatannya dengan membaca-baca buku, bahkan terkadang hanya ingin mendinginkan badan di ruangan ber-AC ini :D. Ia tengah membaca sebuah cetakan di meja saya ketika saya menunaikan ibadah dzuhur. Kemudian, setelah saya selesai ia mulai bercerita.

Ia menceritakan kegundahan hatinya terhadap teman pria semasa SMA-nya. Sebut saja si A. Ia bilang sampai saat ini sesama teman SMA masih sering berkomunikasi lewat media dunia maya. Tapi yang mengherankan bagi teman saya ini, apapun komentarnya tak pernah dibalas atau direspon oleh si A. Ia kebingungan. Sebab, teman-temannya yang lain jika berkomentar terhadap si A ini selalu dibalas, walaupun cuma komentar basa-basi dan singkat. Lalu teman saya ini meminta pendapat saya: kira-kira kenapa mbak bisa begitu?.

Saya tertawa saja. Bukan menertawakannya. Tapi tertawa karena saya juga tengah mengalami persoalan yang sama. Saya pun menceritakan kisah saya.

Sebut saja pria yang saya maksud itu B. Saya dan si B ini memang pernah "bermain-main". Dan beberapa kali saya membuat kesalahan. Dan si B selalu meminta saya untuk tidak sering-sering menunjukan ada apa-apa karena memang kami tidak ada apa-apa. Hanya "bermain" saja :D. Anggap saja, untuk menjaga supaya tidak ada salah persepsi di teman-teman yang lain. Saya pun mengikuti anjurannya. Maka, dalam salah satu jejaring sosial saya tetap memberikan komentar atau sedikit senggol-senggolan untuk menunjukan bahwa kami biasa saja. Bahwa kami berteman seperti yang lainnya. Tapi yang aneh, si B ini tidak pernah membalas komentar atau senggol-senggolan saya. Sedangkan komentar teman yang lain ia balas satu-per-satu. Aneh kan? Bukannya ini malah akan menunjukan sesuatu? Kenapa ya kira-kira? Atau jangan-jangan karena ia begitu membenci saya atas segala kesalahan yang saya lakukan. Hm, cuma dia yang tahu.

Akhirnya, saya dan teman saya bersepakat bahwa "mungkin" mereka, pria-pria yang mengacuhkan kami itu, sedang sentimen. Dan kami tidak berniat menanyakan kebenarannya. Biar saja. :)


__
gambar: disini

Jakarta 2039

Cerita bergambar berdasarkan kejadian pemerkosaan terhadap perempuan Tionghoa pada kerusuhan 13-14 Mei 1998. Satu minggu sebelum Soeharto lengser setelah 32 tahun berkuasa. Terdapat tiga cerita yang keseluruhannya berlatar waktu 40 Tahun 9 bulan setelah tragedi kemanusiaan tersebut, dengan masing-masing cerita saling terkait satu sama lain. Cerita ini menyampaikan bahwa dampak perkosaan itu luas.

Cerita pertama berjudul "Ternyata Aku Anak Hasil Pemerkosaan." Cerita tentang derita seorang perempuan yang baru tahu bahwa ia adalah anak hasil pemerkosaan saat usianya menginjak 40 tahun. Ia mendapati kenyataan bahwa "dibuang" di sebuah panti asuhan oleh ibunya karena kelahirannya tak diinginkan. Sejak tahu ia adalah anak hasil pemerkosaan, ia merasa telah lahir kembali dengan sebuah kutukan. Seperti meruntuhkan dunia yang dikenalnya selama 40 tahun. Cerita ini memberitahukan kepada kita bahwa rasa sakit akan perkosaan tidak hanya dirasakan perempuan korban perkosaan itu sendiri tapi juga oleh buah hasil pemerkosaan. Dalam hal ini: anak. Selalu ada korban dibalik korban.

Cerita kedua berjudul "Di Manakah Kamu Anakku?." Dilema seorang perempuan korban perkosaan. Antara perasaan tersiksa karena pernah diperkosa dan perasaan bersalah telah "membuang" anak hasil pemerkosaan. Dari cerita ini rasa sakit, luka, jijik, dihantui perasaan bersalah yang mendalam akan selalu membekas dan sulit dilupakan. Selama 40 tahun! Seperti kenangan buruk yang membayangi dalam setiap kedipan mata. Apalagi jika sampai mengandung anak hasil pemerkosaan. Perasaannya seperti mengandung anak iblis. Itu tidak hanya tergambar dari cerita ini, saya pun pernah mendengarnya sendiri dari korban perkosaan. Luka fisik bisa disembuhkan, tapi luka psikologis sulit dimusnahkan. "Ingatan, kenapa manusia mempunyai ingatan? Bahkan lupa macam apapun tidak pernah bisa menghapus kenyataan bahwa aku pernah diperkosa, ditindas, dihina, dilecehkan." (hal. 35) Berbagai cara dilakukan, namun tak dapat menghapus kenyataan pahit yang tak tertanggungkan: Ia adalah korban perkosaan.

Cerita ketiga berjudul "Nak, Ayahmu Ini Seorang Pemerkosa." Tentang seorang kakek tua renta di sebuah rumah di perkampungan kumuh. Ia dirawat oleh anak perempuannya. Anaknya mengenal ayahnya sebagai pekerja keras yang sanggup membanting tulang untuk menghidupi keluarga. Tapi menjelang ajalnya tiba ia menceritakan bahwa ia, 40 tahun lalu, turut memperkosa seorang perempuan dalam kerusuhan Mei '98. Mudah saja baginya bercerita. Seperti melepaskan beban yang tertanggung selama 40 tahun. Namun kenyataan itu diterima lain oleh sang anak yang juga seorang perempuan. Ia sakit mendengarnya. Ia menderita karena dapat merasakan luka hati seorang perempuan yang diinjak-injak harga dirinya. Ia kecewa terhadap ayahnya sendiri. Setelahnya, ia akan mengingat kenyataan itu yang akan mempengaruhi hidupnya. Kenyataan bahwa ayahnya adalah pemerkosa. Ada korban dibalik pelaku.

Perkosaan adalah kejahatan kemanusian. Sudah selayaknya pelaku diganjar hukuman berat. Sayangnya di Indonesia ini ancaman hukuman bagi pelaku perkosaan paling lama 12 tahun (KUHP pasal 285) . Tidak setimpal dengan penderitaan korban yang dirasakannya sampai seumur hidup! Bahkan dibeberapa kasus, korban justru dinikahkan dengan pemerkosa! Bayangkan, jika kita harus tinggal seatap dengan pemerkosa! Padahal banyak hal yang tidak dapat dikembalikan dari perkosaan. Baru-baru ini, Indonesia heboh dengan berbagai kasus perkosaan di angkutan umum juga oleh sopir angkot. Dalam 6 bulan terakhir ini, Agustus 2011-Januai 2012, yang saya telusuri sendiri dalam berita elektronik telah terjadi 8 kasus perkosaan. 6 kasus terjadi di angkutan umum dan 4 kasus dilakukan oleh sopir angkutan umum. Ini menunjukan masih terjadi krisis ruang aman bagi perempuan. Entah ada apa. Mungkin terlalu dini jika dikaitkan dengan pergolakan politik yang sedang terjadi di Indonesia.

Lebih memprihatinkan lagi, masih adanya pandangan negatif terhadap korban perkosaan oleh masyarakat dan agama. Korban dikucilkan, dianggap sampah masyarakat, dan cenderung menyalahkan korban sebagai pengundang syahwat. Sehingga korban dianggap tidak berharga lagi sebagai manusia. Tidak hanya itu, perlakuan terhadap korban oleh aparat penegak hukum juga tidak berpihak kepada korban dan tidak menjaga kondisi psikologisnya. Misalnya, saat penyidikan korban diminta menceritakan kembali dengan detail kejadiannya. Bak diperkosa untuk kedua kalinya. Diperparah dengan ulah media yang seringkali menyudutkan perempuan dengan . Sedangkan payung perlindungan bagi korban perkosaan tidak ada. Tidak cukup jika mengandalkan KUHP (pasal 285, 286, 287 ayat 1 dan 2, 291 ayat 1) sebagai pijakan jeratan hukum bagi pelaku.

Oh ya, seperti disebut di atas, latar waktu cerita bergambar ini adalah 40 Tahun 9 bulan 14 setelah kerusuhan Mei yakni 14 Februari 2039. Ya, saya agak mengambil momen 14 Februari ini untuk membaca buku dan mengangkat isu dengan meresensinya. Sebab, kita tahu bahwa setiap tanggal 14 Februari dunia merayakan hari kasih sayang. Tua. Muda. Hari saling berbagi rasa cinta dan sayang yang ditunjukan dengan beragam simbol seperti coklat, bunga, aksesoris berwarna pink, dll. Tak jarang perayaan ini kerap disertai dengan berhubungan seks sebagai lambang bersatunya cinta dalam keabadian (katanya). Yang luput adalah disadari atau tidak berhubungan seks ini kerap diawali dengan bujuk rayu dan pemaksaan oleh pasangan, terutama oleh laki-laki. Dengan mengatasnamakan romatisme dan cinta, perempuan (terutama remaja) kerap kali dengan terpaksa mau melakukannya. Itulah dating rape! Perkosaan dalam pacaran. Yang seringkali tidak disadari korban. Karena terjadi saat cinta sedang membara dan menganggap bahwa pacar kita adalah segalanya sehingga rela diperlakukan atau melakukan apapun. Sehingga tidak bisa membedakan mana cinta mana kekerasan. Baru akan terasa sakit dan pahit jika setelahnya kita ditinggalkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban (ingkar janji).

Ya, momen ini pun kembali menjejakan kaki saya bahwa cinta haruslah tanpa paksaan. Tidak ada kekerasan dalam cinta. Jika sudah ada kekerasan, apalagi pemerkosaan, segera putuskan dan laporkan. Kita berhak atas tubuh dan jiwa kita sendiri. Berani menolak dan berkata TIDAK.

Lalu, apa hukuman yang pantas bagi pelaku perkosaan? Di kebiri? Dihukum mati? Dihukum 1000 tahun? Bagi saya rasanya masih belum pantas. Setiap kali menonton/membaca berita tentang pemerkosaan, hati saya berteriak: BIADAB!




owl
yang ikut merayakan hari kasih sayang

hilang

ia hilang,
dia juga,
dia,
dia,
dan mereka.

hilang semua.
saat mendung bergelayut dipelupukku.

adakah sesiapa yang bisa kurengkuh?


“The most terrible poverty is loneliness, and the feeling of being unloved.”
― Mother Teresa



__
gambar dari situ

lekas sembuh, sayang!

Pagi ini, sebuah pesan saya terima:

"bibi, si aa skit.,
ginjal^y dua2ny dh ancur..tiap minggu hrus 2x cuci darah..
obt udh gk mmpan..
jlan bwt smbuh dnor ginjal,
kta gk snggup, bibi doain y,biar ad mkjijat..
mnta doany jg ktmen2 bibi,

bibi pulang atwh jenguk c aa d r.s.."


saya hanya bisa terkulai tak terpercaya. keponakan saya yang pertama. tidak mungkin. minggu lalu ia masih baik-baik saja. Ah, air mata tak akan menyelesaikan masalah, sayang.

"Lekas sembuh, sayang!" hanya itu yang sanggup aku ungkapkan. dan rasanya hanya kosong. tak ada udara.

Tuhan, kau memberi aku dua pekerjaan rumah di awal tahun ini. yang pertama belum lagi aku selesaikan, hari ini kau memberi yang kedua. aku terima, Tuhan. aku akan mencapai batas kemampuanku untuk menyelesaikannya. Kau cukup menyemangati saja dari tempatMu. Dan...doakan aku.

Bismillah...

sepenggal cinta dari W. H. Auden

Sepenggal cinta dari W. H. Auden,
Untukmu.

***
.....

And down by the brimming river
I heard a lover sing
Under an arch of the railway:
'Love has no ending.

'I'll love you, dear, I'll love you
Till China and Africa meet,
And the river jumps over the mountain
And the salmon sing in the street,

'I'll love you till the ocean
Is folded and hung up to dry
And the seven stars go squawking
Like geese about the sky.

'The years shall run like rabbits,
For in my arms I hold
The Flower of the Ages,
And the first love of the world.'

.....


___
*Puisi ini merupakan penggalan dari puisi W. H. Auden yang berjudul As I Walked Out One Evening, yaitu bait kedua sampai kelima.
**gambar dari sana

inilah; keindahan kata

INDAH. itulah mengapa saya sangat mencintai puisi-puisi E.E Cummings. oleh syair cintanya yang membuai, saya pun takluk dan mencintainya sampai detik ini. rasanya tak pernah bosan bercinta setiap malam dengan kata-katanya yang lembut dan penuh cinta. seperti menemukan ruang berbagi perasaan; atas kemelut jiwa. seperti menemukan kata penghiburan; atas kesepian. seperti menemukan bahu untuk bersandar; atas kelelahan. seperti menemukan pelukan hangat; atas segala kesedihan. dan seperti menemukan teman berbincang; tentang cinta dan mencintai, tentang kehidupan, dan tentang makna berpuisi itu sendiri; puisi adalah estetika kata. memesona, merangkul, menghanyutkan, sampai menemukan dataran kita sendiri.

pada suatu malam saya mendatanginya atas sebuah alasan. dan lewat selembar jiwanya, ia pun menghampiri saya:

You are tired,
(I think)
Of the always puzzle of living and doing;
And so am I.
Come with me, then,
And we'll leave it far and far away—
(Only you and I, understand!)
You have played,
(I think)
And broke the toys you were fondest of,
And are a little tired now;
Tired of things that break, and—
Just tired.
So am I.
But I come with a dream in my eyes tonight,
And I knock with a rose at the hopeless gate of your heart—
Open to me!
For I will show you the places Nobody knows,
And, if you like,
The perfect places of Sleep.
Ah, come with me!
I'll blow you that wonderful bubble, the moon,
That floats forever and a day;
I'll sing you the jacinth song
Of the probable stars;
I will attempt the unstartled steppes of dream,
Until I find the Only Flower,
Which shall keep (I think) your little heart
While the moon comes out of the sea.
(LOVE POEMS; X, p. 923)

saya pun terhanyut.

***
di malam-malam lain, saya mencarinya untuk sebuah hiburan, karena cinta terkadang menghampiri saya dengan tidak bersahabat. lalu, si penyair ini akan memberikan ruang dalam lembarannya untuk kita tersenyum dan terlena karenanya.

Lady, i will touch you with my mind.
Touch you and touch and touch
until you give
me suddenly a smile,shyly obscene
(lady i will
touch you with my mind.)Touch
you,that is all,
lightly and you utterly will become
with infinite ease
the poem which i do not write.

(Poems from The Dial Papers, 1919-20; XVII, p. 983)

i love you much(most beautiful darling)
more than anyone on the earth and i
like you better than everything in the sky
—sunlight and singing welcome your coming
although winter may be everywhere
with such a silence and such a darkness
noone can quite begin to guess
(except my life)the true time of year—
and if what calls itself a world should have
the luck to hear such singing(or glimpse such
sunlight as will leap higher than high
through gayer than gayest someone's heart at your each
nearerness)everyone certainly would(my
most beautiful darling)believe in nothing but love

(95 Poems (1958); dedication, p. 717)

dan...kata-katanya menghilangkan kata-kata di kepala saya.
_

ini hanyalah cara saya untuk berbicara dengan puisinya. ini dataran saya sendiri. dan puisi diatas hanya sebagain kecil dari keindahan-keindahan yang ia ciptakan.

dan untuk seseorang yang membuat saya menemui Cummings setiap malam. Mungkin, inilah kamu :)

he isn't looking at anything
he isn't looking for something
he isn't looking
he is seeing
what
not something outside himself
not anything inside himself
but himself
himself how
not as some anyone
not as any someone
only as a noone(who is everyone)

(Uncollected Poems (1910-1962); DOVEGLION, p. 904)*
***


“life's not a paragraph
And death i think is no parenthesis”

― E.E. Cummings


__
*konon katanya, puisi Doveglion ini dipersembahkan untuk Jose Garcia Villa, seorang penyair Filipina, kritikus sastra, penulis cerita pendek, dan pelukis. Jose Garcia Vila menggunakan nama pena Doveglion yang berasal dari Dove, Eagle, Lion.

sebuah permulaan

inilah,
sebuah permulaan dari saya
untuk belajar menghargai kehidupan,
kejujuran, dan
waktu
belajar memahami cinta
yang dangkal, dan
dalam
belajar menggapai ketulusan
dalam berbagi kasih, dan
harapan
belajar meringkas hari-hari
yang berdiri atas dua kemungkinan,
bahagia atau merana
dan belajar untuk selalu menemukan jawaban
atas deretan tanda tanya tentang kehidupan itu sendiri
yang mungkin tiada berujung
inilah saya, berkisah pada hidupnya sendiri
yang akan selalu belajar sepanjang rentang sampai
sebuah akhiran

"Segala sesuatu yang ada harus ada permulaannya.".
― Jostein Gaarder, Dunia Sophie, hal. 21

belajar pada yang paham

Mendengarkan tuturan pengalaman seorang ibu rumah tangga tentang perjuangan hidupnya merupakan satu hal yang sangat saya sukai. Saya dapat belajar banyak bagaimana menghadapi lika-liku kehidupan yang mungkin suatu saat juga akan saya hadapi.

Agenda kerja saya hari ini memang mewawancarai satu keluarga: suami-istri di Prumpung, Jakarta Timur sebagai bahan untuk membuat kajian saya. Hal yang digali seputar strategi pengelolaan keuangan rumah tangga agar segala kebutuhan keberlangsungan hidup keluarga dapat tercukupi.

Yang membuat saya tertarik dari keluarga ini adalah cara mereka mendidik anak-anak. Dua hal misalnya: keuangan dan cara bergaul.

Pertama, keuangan. Secara ekonomi memang keluarga ini tergolong tidak mapan. Dapat terlihat dari banyaknya pekerjaan yang mereka lakukan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Dan sang istri pun harus berperan ganda dengan menjadi pengurus rumah tangga sekaligus pencari pendapatan. Yang menarik, cara mendidik anak-anak mereka dalam hal pengelolaan keuangan kemudian dijadikan satu strategi untuk berhemat. Sejak kecil anak-anak ditanamkan untuk menabung terlebih dahulu andai ingin membeli barang yang diinginkan. Barang apapun yang ingin dibeli, wajib hukumnya untuk mengumpulkan uang sendiri dengan cara menyisihkan dari uang saku harian yang diberikan. Kebiasaan ini yang kemudian menurut saya berdampak pada sikap sang anak menjadi lebih pengertian atau peka terhadap kondisi keuangan orangtuanya.

Kedua, cara bergaul. Salah satu anak dari keluarga ini adalah anak perempuan yang masih duduk di Sekolah Menengah Pertama. Yang notabene termasuk kategori Anak Baru Gede yang relatif rentan terbawa arus apapun yang berpengaruh di sekitarnya. Anak perempuan dari keluarga ini terdaftar sebagai siswi di salah satu sekolah favorit di Jakarta. Menurut sang Ibu siswa-siswi sekolah tersebut juga dari menengah-keatas."Yah, agak minder juga. Kita kan bukan apa-apa," katanya.

Ketakutan terbawa arus gaya hidup modern siswa-siswi sekolah tersebut, Sang Ibu dan Ayah pun memberi rambu-rambu yang menurut saya menarik. Misalnya, "kalau ingin ikut sama temen-temennya makan di mall atau beli sesuatu di toko buku ya harus pakai uang sendiri. Kalau tidak punya uang, ya jangan ikut. Nabung dulu sampai punya, baru beli," begitu tutur sang Ibu.

Lainnya di tuturkan sang Ayah, "misalnya kalau dia pengen pacaran, tidak saya larang. Tapi jadikan itu motivasi, bukan kegilaan. Biasanya kan kalau anak-anak baru gitu sukanya sama kakak kelas. Nah motivasinya tuh gini, kalau kamu suka sama kakak kelas, kamu harus belajar yang rajin supaya pinter. Kalau gak pinter gimana bisa dilirik."

Wah, menarik sekali menurut saya. Cara pendidikan yang berdasarkan pengalaman hidup orangtua. Dan semua dilakukan karena anak. Karena cinta kasih terhadap anak.

Memang masih banyak hal yang harus di cermati dari kisah keluarga ini.Tapi dua hal tadi berkesan bagi saya pribadi sebagai seorang anak dari keluarga yang sejarahnya juga berlika-liku. Bahwa terkadang saya masih sering membuat repot orangtua padahal sudah bekerja, bahwa saya masih tidak mampu mengelola keuangan sendiri, bahwa saya masih ini-itu. Pengalaman ini menjadi pembelajaran bagi saya agar dapat mengelola hidup saya, terutama yang menyangkut tentang uang.

Satu lagi: "Jadikan pacaran sebagai motivasi, bukan kegilaan". Yup, sebuah ungkapan yang paling berkesan. Bahwa saya masih bersikap bahwa cinta adalah gila, cinta adalah buta. Kata-kata yang menampar saya. Yang kemudian membuat saya berpikir bahwa seharusnya saya memandang bahwa menjalin hubungan dengan seseorang memang seharusnya seperti itu. Bukannya sebuah kegilaan yang justru membuat capek sendiri. membuang waktu. membuang energi.

Untuk keluarga yang saya temui hari ini, terima kasih atas tuturan pengalaman yang sangat berharga. Pelajaran hari ini akan selalu saya ingat baik-baik. Lebih jauh akan coba saya terapkan di kehidupan saya. :)

“I hope that one day you will have the experience of doing something you do not understand for someone you love.”― Jonathan Safran Foer, Extremely Loud and Incredibly Close

1955-2011

Untuk seterusnya angka ini akan selalu dikenang dunia: 06-10-2011. Steve Jobs, sang pendiri Apple meninggal dunia dalam usia 56 tahun akibat kanker pankreas yang dideritanya.

Yang sangat saya sukai dari Apple adalah logonya. Bentuknya yang seperti "apel sopak" ini begitu keren dan unik di mata saya. Yah, walaupun keinginan untuk menjadi salah satu pemilik produk ini belum kesampian :D. Tapi serius, desain produknya sangat luar biasa! Salah satunya Apple Mac Pro Quad Xeon 64-bit desktop workstation yang setiap hari berpapasan dengan mata saya. Sebab, komputer gede berwarna putih tersebut tergeletak dengan elegan di ruang baca perpustakaan kantor saya. Benar-benar keterlaluan sekali seksinya racikanmu itu Mister!

Kini, kau telah berlayar jauh ke dunia yang tak dikenal. Mungkin saja kau akan bertemu Jack Sparrow, Barbossa, atau Davy Jones di sana. Jika ya, tolong sampaikan salamku dan selamat bersenang-senang. :)

Selamat jalan Mister Jobs! Tetap kenakan topi bajak lautmu. :)

"It's better to be a pirate than to join the Navy."
--Steve Jobs, 1955-2011.

matahari

aku tak akan menjadi mataharimu
sebab matahari itu sesungguhnya ada dalam dirimu
jaga diri baik-baik sayang
:)

sembunyi



kau bersembunyi dalam selimut hujan
lalu berlari
melawan pelangi